tentang luka

Actually, saya butuh jeda untuk menyembuhkan hati ketika terluka. Tidak mudah, namun bukan berarti saya harus lama berbaring di penampungan atau panti rehabilitasi untuk masa recovery. Hanya butuh waktu untuk jiwa baru. Begitulah.. karena saya bukan alien.
Bagaimana hal nya dengan luka disebabkan cinta? Cukup sering pertanyaan ini dihadakan pada saya. Jika disuruh memilih, saya rela mengelilingi lapangan bola 2 putaran sambil menggendong adik perempuan saya, Ara yang beratnya 45 kg. Atau, bolehlah diminta mengelus-elus tikus meski sangat jijik melakukannya.

Bahwa pertanyaan tentang cinta dan kerabat-kerabatnya adalah ekstrem buat saya, itu betul adanya. Bukan berarti saya takut membicarakan cinta. Karena menurut saya, tidak terlalu penting ketika mendiskusikan perasaan atau cinta tentang orang yang belum pantas saya miliki, belum halal untuk saya berbagi.

Empat huruf yaitu, L U K A.

Apa yang saya ketahui tentang luka? Apa defenisi luka menurut saya? Sebenarnya saya tidak pernah benar-benar mengerti apa itu luka dan tidak pernah merasa terluka meski banyak senjata tajam di sekitar saya.

Tapi, luka merupakan hal wajar. Juga dalam mencintai, luka adalah alat uji untuk menguatkan diri, untuk memanajemen hati. Luka adalah resiko dalam hidup. Tak seorangpun yang tak pernah luka. Tak terkecuali saya. Tapi perbedaannya adalah sejauh mana bertahan dari luka, seberapa besar keinginan untuk sembuh dan bangkit dari luka, dan sampai dimana kekuatan untuk terus berdiri akibat dibalut luka.

Luka itu hal biasa ya, jadi, nikmati saja ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s