Biaya merajuk lebih mahal dari harga obat batuk

Percaya?

Sini sayang, biar kujelaskan. ^_*

Merajuk merupakan sikap tidak ingin bicara, aksi diam, atau tutup mulut disebabkan kesal dengan lawan bicara. Orang-orang di kota sana menyebutnya ‘ngambek’. Jangan tanya aku asal katanya darimana. Tapi yang pasti, mereka menyebut aksi merajuk sama dengan ngambek. Tapi kalau terjemahan bebas (ku), ngambek bersumber dari gaya kambing mengembek minta merumput. Jadi rumus matematiknya, orang ngambek sama dengan ngembek sama dengan kambing.

Pasti pernah menghadapi teman yang hobi merajuk kan? Kita salah bicara sedikit, dia merajuk. Kita khilaf berbuat, dia merajuk. Kita terlambat janjian 10 menit , dia juga merajuk. Kita bercanda tentang dia, dia lebih merajuk. Kita lama balas sms dan tidak mengangkat telpon (tentunya tidak sengaja karena sesuatu dan lain hal yang lebih penting), lagi-lagi dia merajuk. Padahal kita sudah minta maaf dan mengajaknya berdamai. Apalagi jika merajuk berbuntut pada penyakit akut, yaitu berlama-lama merajuk dan minta dibujuk. MasyaAllah, begitu menyebalkan…! Tapi entah kenapa orang macam ini masih beredar di permukaan bumi. Padahal sekarang sudah tahun 2011.

Sebenarnya, merajuk sah-sah saja, asal jangan lama. Merajuk juga hak setiap manusia tak terkecuali orang dewasa, meskipun sikap merajuk biasa dilakukan anak-anak ketika meminta apa yang diinginkan. Merajuk juga dibolehkan karena tidak haram. Tapi hendaknya, akan lebih afdhol bila sebab merajuk dijelaskan. Agar orang yang jadi korban merajuk, tidak suntuk. Kemudian jika setelah merajuk ingin diam, silakan. Asal ‘diam’ dibahasakan. Selain tidak salah paham, agar korban sikap diam bisa mengerti, bahwa teman yang merajuk butuh jeda untuk menentramkan hati.

Mengapa biaya merajuk lebih mahal dari biaya obat batuk? Coba pikirkan efek negatif yang ditimbulkan oleh sikap merajuk.

1. Membuat teman pusing akan sikap kita
2. Menciptakan jarak perkawanan
3. Orang-orang di sekitar kita tidak akan leluasa untuk bicara dan bercanda

4. Kita menjelma menjadi orang yang tidak menyenangkan
5. Menambah kerutan di wajah karena merajuk terlalu lama
6. Merusak saraf
7. Terlihat tolol dan menyebalkan
8. Jika punya alasan lain, silakan ditambahi

kemudian, berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengganti kerugian-kerugian diatas? Apakah pertemanan bisa ditukar uang? Apakah mudah mengembalikan kulit mulus wajah? Berapa biaya lagi untuk mengganti kerusakan saraf?

Sedangkan biaya obat batuk, hanya bermodal jeruk nipis dan kecap, amanlah tenggorokan. Paling mahal juga beli obat di apotik seharga 50.000,- rupiah.

Namun jika masih ingin merajuk, silakan. Itu pilihan. Dan aku tidak begitu peduli (lagi) dengan sikap merajuk itu. Atau ingin diam? atau malah ingin pergi dan ‘berhenti’ jadi temanku? Baiklah, tolong catat aku punya pesan:

When someone leaves you, don’t wait for them to come back. Feel good about yourself and say: “Next please” !

Mate, life’s so hard. Make it easy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s