Kosong adalah isi

Apa yang kalian pikirkan bila menemukan kekosongan? Dan aku yakin, pertama-tama kalian akan menghadapi kebingungan.

Kosong bukan kosong. Kosong bukan hampa. Tapi kosong adalah isi. Isi yang boleh jadi tak penting, mungkin tak berfungsi, bisa tak bernilai. Atau mungkin saja ada makna, juga arti. Apapun itu, kosong bukan berarti tanpa isi.

Kalau begitu, pernah menemukan buku kosong? Atau membeli sebuah buku tanpa kisah, tanpa cerita, namun hanya goresan kata-kata? Jika tidak, coba cari sebuah buku berjudul Pagina Kosng dari idealita ke realita..? Buku tersebut terbit tahun 2001, berbentuk note kecil, hampir sebesar buku saku. Mengejutkan juga, ternyata penerbit buku itu adalah Pasarbuku, penerbit yang mengeluarkan buku-buku keren, idealis dan bermutu.

Buku Pagina Kosong yang ditulis oleh Wien Muldian memang cukup menyita perhatian. Pasalnya, selain judul buku yang nyentrik dan dianggap tabu (kala itu), isinya juga hampir benar-benar kosong. Diantara halaman kosong tersebut, ada beberapa halaman penuh dengan tulisan-tulisan tangan.

Rupanya maksud dari keberadaan buku ini adalah supaya kita dapat menuliskan segala ide, mimpi, dan imajinasi pada halaman-halaman kosong tersebut. Berangan-angan tentang hari ini ke masa depan. Berfantasi menurut apa yang kita ingini, sejauh dan se-ekstrim apa fantasi tersebut mengiringi kehidupan. Sebab pada hakikatnya, berfantasi tak pernah salah kan? Siapa tahu jadi realita? Makanya judul buku ini serasi betul dengan isinya, dari idealita ke realita.

Fenomena buku kosong tak berhenti sampai Pagina Kosong saja, tapi juga pada buku What Every Man Thinks About Apart From Sex (Apa yang dipikirkan setiap pria selain seks) yang ditulis oleh Profesor Sheridan Simove. Namun tidak sebagaimana pendahulunya, halaman dalam buku itu benar-benar kosong, alias sengaja dibiarkan kosong oleh penulis.

Buku ini tebalnya 200 halaman dan telah terjual secara online di Amazon menyusul promosi hebat dari serikat mahasiswa di seluruh Inggris. Dan hebatnya, buku ini berada di posisi 744 terlaris, sedangkan buku karangan Dan Brown berjudul Da Vinci Code berada di peringkat 2.910. Sementara buku karangan JK Rowling berjudul Harry Potter dan Orde Phoenix di urutan 2.406.

Terlepas dari kualitas, fenomenal dan sensasi yang dilahirkannya, pada akhirnya kosong ‘memaksa’ kita bagaimana memandang, mengisi dan memaknai kekosongan tersebut. Mendefinisikan apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Kemudian mengisi sebebas-bebasnya cerita apa yang kita pikirkan.

Nah, kosong adalah isi kan?

2 pemikiran pada “Kosong adalah isi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s