Fir’aun jilid II

Matahari terbenam, senja lewat, malam menyapa. Tapi disana, seorang gadis masih duduk menulis. Menulis ambisinya menerbitkan novel politik yang entah kapan cetak. Tunda terlalu lama.

begitu besar ia punta mimpi dan tekad. Masalahnya, gadis manis tersebut belum mandi. Parahnya lagi, ia belum sholat maghrib.

Fir’aun jilid dua lah kalau begini…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s