Bubur avocad di wajahku

Siang tadi aku makan avocad. Bukan dibeli, tapi buat sendiri. Maksudnya, di rumahku ada pohon avocad. Ditanam ayah 6 tahun lalu. Tapi baru berbuah sekarang. Pertumbuhannya lambat. Pohonnya pendek dan buahnya kecil-kecil. Pohon yang aneh. Masih keturunan hobbits kali ya. Tak tahulah. Yang penting ia masih mau berbuah.

Buah avocadnya bukan di blender. Tapi, dagingnya aku keruk, lalu masukkan ke gelas. Kemudian kucampur dengan 2 sendok milo dan 1 sachet susu kental manis. Rasanya lebih enak daripada yang biasa aku beli di café-café itu. Manisnya asli, dan tidak menghilangkan kandungan protein dan vitaminnya.

Seperti kata pepatah, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui, begitu juga avocad ini. Kupakai juga untuk perawatan kulit wajahku. Sisa daging yang masih tertinggal di kulitnya, kugunakan sebagai masker wajah.

Caranya, daging buah dilumatkan seperti bubur. Selanjutnya, di oleskan ke wajah. Biarkan mengering dan tunggu sampai 20 menit. Setelah itu, bilas dan cuci dengan air hangat. Khasiatnya, kulit wajah jadi segar, tidak mengkilap, kenyal, kencang dan bersih. Dipakai 2 kali seminggu untuk hasil maksimal. Perlu diingat, bubur avocad hanya bisa dipakai sebagai masker , bukan pelembab wajah apalagi alas bedak.

Simpel kan..!

Dalam hitung-hitungan ekonomi, caraku disebut efektif dan efisien. Sedangkan dalam ilmu lingkungan, konsepku disebut back to nature. Jika menurut ilmu agama, gayaku disebut bermanfaat dan tidak mubazzir. Sedangkan menurut ilmu politik, langkah ku disebut koalisi mutualisme. Kata Dirut Pertamina, caraku disebut hemat energi hemat biaya. Jika menurut teman kost ku, cara ini paling ampuh untuk menghemat pengeluaran. Menurut petinggi Ahmadiyah, aku punya inovasi sebagai seorang pemuda, dan pantas digelar ‘pembaharu’. Sedangkan menurut masyarakat Jepang, aku adalah bangsa yang mandiri, cerdas, dan penuh ide. Menurutku pendapatku sendiri, supaya tidak memakan banyak waktu, juga wajahku tidak dipegang-pegang oleh tukang masker di salon-salon. Geli ihh..

Tapi, bisik-bisik mereka yang menggosip di ujung jalan sana, gayaku disebut primitif dan sangat pelit. Kawan, sebagaimana makna dasar kata bisik-bisik ialah kumpulan cerita fiktif dan penuh iri, jadi, mari kita abaikan.🙂

Baiklah, selamat mencoba resep rahasia cantikku ya.. dan tunggu resep-resep cantik selanjutnya.

Satu pemikiran pada “Bubur avocad di wajahku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s