pesan pejam mata

“Bila kau rindu, pejam matamu
Disitu ada aku”

Begitu katamu
saat kita berpisah di depan stasiun bus simpang tiga

Kupejam mata,
Tapi kamu tak ada
Kututup erat
Kamu tetap tak ada
Aku malah tertidur
Bangun kesiangan
Terlambat kerja

Gara-gara pesan pejam matamu, sungguh mengacaukan hariku.

Teringat aku pada Plato ketika ia berkata:
“Yang paling mengkacaukan pikiranmu adalah disaat wajahnya menjadi material yang nyata dlm otakmu”

Cukup kurasa
Mulai hari ini, esok dan seterusnya,
wajah juga tubuhmu, tak kan pernah ada

(ini bait-bait gila. inspirasinya sih masih sama, tentang kisah cinta temanku :-)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s