Keistimewaan emak buatku

1. Penyayang keluarga, terlebih pada ayah, meski ayah kerap marah tanpa alasan yang pernah kupahami

2. Ramah pada semua orang. Khususnya anak-anak dan orang susah. Jika mereka lewat di depan rumah, emak menyuruh singgah. Jadi, makanan di rumah kami selalu dimasak berlebih untuk mereka.

3. Cerdas, selalu punya jawaban atas setiap pertanyaan yang kami berikan. Kalau tidak bisa jawab, emak selalu jujur bahwa ia tidak tahu jawabannya dan mengajak kami mencari di buku.

4. Mengajarkan kami hemat. Meski emak tidak setuju bunyi pepatah ‘Hemat Pangkal Kaya’. Uang jajan kami tak pernah banyak, padahal ayah punya uang berlebih.

5. Mengajarkan kami jadi wirausaha sejak kelas 2 SD. Jualan es lilin, semur kentang, es tebu, dan kue lapis. Jadi kami selalu fighting, tangguh, gak takut susah, dan survive.

6. Guru kami dalam mengenal Allah. Agama dan keTuhan-an menjadi indah ketika emak ‘berdakwah’.

7. Cantik, imut, wajahnya tak setua umurnya. Padahal beliau gak pakai susuk lo. Membuat aku semakin bangga pada emak.

8. Rajin memeriksa buku dan rapot kelas. Bayangkan, kami tujuh orang lo.

9. Tempat yang nyaman dan baik untuk bercerita tentang mimpi dan cita-cita.

10. Sehat dan bugar, meski punya anak tujuh. Karena emak suka bersepeda.

11. Tidak takut miskin. Kata emak, kemiskinan bagian dari iman.

12. Sangat ikhlas dan sabar.

13. Suka menjalin silaturahmi pada siapapun, dari berbagai agama dan suku

14. Tidak suka menggosip seperti kebanyakan emak-emak yang ku kenal. ^_^

15. Sangat sederhana. Tanpa perhiasan emas dan baju berkelas. Padahal kesemuanya itu mudah bagi ayah. Apapun yang emak minta, ayah tinggal mengedipkan mata.

16. Gak pernah marah apalagi memukul. Kalau sudah pantas marah melihat tingkah ke 7 anaknya, emak cuma senyum, dan mengambil rumput kecil sambil mengejar-ngejar kami.

17. Tidak pernah mengeluh meski mengidap kenker payudara yang sakitnya luar biasa menyiksa.

18. Menjelang ajal, ada dua hal yang emak pesankan pada kami semua: sayangi anak-anak yatim, dan jangan lupa sedeqahkan baju-baju dan semua kain emak pada orang-orang susah.

19. Pesan khusus untukku 2 hari sebelum emak pergi: jangan lupa sholat, jangan lagi baca majalah-majalah model, terus belajar, dan sayangi ayah.

20. Ia pergi, berbaring di pangkuan ayah, menutup mata selamanya, tepat pukul 05.30 wib, hari Jumat tanggal 5 February 1999. Persis setelah hari miladku ke- 14 tahun.

ini alm. emak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s