Ketika saya merasa kalah

Adakalanya saya merasa kalah, merasa terbuang, merasa terpinggirkan saat melihat mereka menang, terbang, dan di agung-agungkan.

Namun saya selalu berpikir ulang, benarkah saya kalah? mengertikah saya makna kalah? apa sebenarnya hakikat menang dan kalah?
Pagi ini, setelah subuh. Dimana semua belum terjaga. Hanya saya, berdiri di samping jendela kamar yang terbuka. Sebuah dengung suara mengajak bicara,

Dinna..
saat kau masih merasakan wangi embun, berarti kau menang
Saat kau masih mendengar burung berkicau, berarti kau menang
Saat kau masih melihat cahaya surya, kemilau senja, dan semesta, berarti kau menang
Saat kau masih bernafas dan mampu berdiri, berarti kau menang
Saat kau masih memberi cinta dan sayang, berarti kau menang

Dinna…
Kalah, bukan tidak menang
Menang, bukan pula berkuasa
Keduanya hanya penyebutan, pemberian nama oleh manusia untuk mengejar sebuah angka, demi gelar juara.

Akhirnya saya mengerti. Konsep kemenangan adalah selama yang saya lakukan merupakan sebuah kebenaran. Selama masih terus belajar dan mencoba, saya menang. Pembuktian amal dari runtutan iman yang dilakukan adalah kemenangan. Menjadi bernilai dan berarti, adalah juga kemenangan.

Dan matahari pun tersenyum pada saya pagi ini.. katanya, saya menang.. ^_^

“Menaklukkan ribuan orang belum bisa disebut sebagai pemenang, tetapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang”

2 pemikiran pada “Ketika saya merasa kalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s