Kepada ayah

Ayah
sekuat baja, sekeras karang. selalu menjadi tempat sandaran
Seluas langit, selebar dunia, selalu memberi teduhan

Ayah,
tapi kini kita diam
Setelah masalah yang tak pernah kita mengerti
Hadir menjejali.

Kita coba mengalah, agar hilang lelah
Kita paksa berpisah agar ribut tak pernah singgah
Lalu senyap menyelimuti, Senyum dan cerita tak hadir lagi,
tak bertatap muka, tak ada tegur sapa
Kita seperti asing masing-masing.

Ayah
Meski Sepi, sunyi, hadir mengisi lengkung pelangi
Namun ayah selamanya di hati
takkan pernah terganti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s