waspadai iklan (1): masalah bukan jerawat, jerawat bukan masalah

“ada seorang cowok lucu mengajakmu kencan, tapi kau bermasalah dengan jerawat”

Begitu kira-kira bunyi iklan salah satu pembersih wajah yang sering saya dengar di televisi. Si perempuan dalam iklan tersebut, menjerit histeris ketika mendapati satu atau sebiji jerawat tumbuh di keningnya. Kesimpulannya adalah, Ia tidak pe-de alias percaya diri dengan satu jerawat, karena ia akan bertemu dengan pacarnya.

Saya pikir-pikir, iklan tersebut ingin mengatakan bahwa jerawat adalah sebuah masalah besar hingga mampu membuat hidupmu sulit dan complicated. Hanya satu jerawat saja, si perempuan dalam iklan menjerit ketakutan. Padahal, tantangan hidup lebih besar dan lebih rumit dari sekedar jerawat.

Kasihan sekali bukan? Bagaimana jika penyakit varisela alias cacar air menghinggapinya. Ruam-ruam merah dan lenting berair tumbuh di wajah dan sekujur tubuh, kemudian ia merasakan gatal-gatal, ngilu, dan perih tak terhingga, selanjutnya tiba malam hari, ia akan menikmati sensasi penderitaan yang teramat sangat menyakitkan. Tidak sampai disitu saja, bekas akibat cacar air tak kan hilang dengan mudah dan segera. Pasti menimbulkan flek hitam dan lubang kasat mata. Bisa-bisa si perempuan tadi meloncat dari gedung lantai 19, tersangkut pula ke kanopi , lalu jatuh ke aspal dengan bunyi keras seperti bunyi jatuhnya karung beras. Atau boleh jadi ia datang ke Asam Kumbang, Sumatera Utara, menjatuhkan diri ke kolam buaya biar nampak bersahaja. Atau mungkin ia akan menenggak racun tikus, agar mati tak banyak biaya. Atau juga ia menulis rencana kematiannya di halaman jejaring sosial, kemudian terjun ke laut agar nampak dramatis. Ia bunuh diri karena tak sanggup menahan malu dan letih menunggu flek hitam menghilang.

Ironis sungguh. Ketika di satu sisi kita melihat seorang cacat masih sanggup berjuang dan bertahan hidup, namun di sisi lain ada seorang gadis remaja panik, menjerit ketakutan hanya gara-gara sebutir jerawat.

Dan disini, media kita turut pula menjembatani ‘masalah jerawat’ ini. Mensugesti masyarakat bahwa jerawat adalah sebuah masalah terbesar dalam hidup, dan mampu membuatmu tidak laku, alias ditolak oleh lelaki lucu.

Selanjutnya, kita memang harus berhati-hati terhadap dagelan yang mucul di muka bumi ini. Musti lebih bijak menggunakan akal biar berakal.

“Jangan mempermasalahkan suatu masalah sebelum masalah itu membuatmu semakin bermasalah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s