Dari hari ini ke masa lalu bersama mesin waktu?

Bagaimanapun sulit dan perihnya hidup, seseorang harus bergerak agar hidup menjadi seimbang. Tak ada guna menangisi dan menyesali masa lalu. Toh hidup terus berlanjut, waktu terus berjalan. Jika berhenti, maka akan tergilas roda pedati, lalu mati.

Masalalu adalah masalalu. Terlepas dari kelam, suram dan penuh duri menghujam, semua itu adalah episode dalam hidup. Membuka dan mengurainya kembali, hanya menyebabkan langkah terhenti. Begitu juga dengan aktor dan aktris dalam episode masalalu itu. Bukan hal penting untuk di kaji, terlebih lagi jika mengukirnya dalam puisi. Malah menciptakan kebodohan pada diri sendiri. Buang-buang tenaga, waktu dan pikiran.

Kawan, dimana kau adalah bagian dari ruang hatiku, disini, kata dan kalimat yang aku goreskan menjadi tulisan, tak pernah bersumber dan terinspirasi dari masa lalu ku. Tak pula menghiba dan mengemis dengan sedaya upaya, agar masa lalu dan segala skenario dan pemerannya, kembali padaku.

Atau berdoa dan memohon agar muncul Doraemon bersama mesin waktunya untuk bisa memperbaiki kain yang terkoyak, cermin yang retak, dan rasa yang belum tersibak?

Guys, saya masih Dinna F. Noris lo.

Hehee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s