Fenomena Inor

Gemar betul ia dengan malam minggu. Indah dan romantis, begitu katanya. Entah apa yang indah, entah apa pula yang romantis. Karena kulihat, ia masih sendiri, dan ketika aku datang lagi ke kota ini, ia juga tetap sendiri. Sungguh sukar dimengerti.

Menurutnya, ada sesuatu hal berbeda dengan malam minggu. Cinta dimana-mana, jawabnya ketika kutanyakan apa perbedaannya. Ia tersenyum, tapi tidak simpul. Sebab tak disuruh senyum pun ia tetap tersenyum. Mungkin lebih tepat cara nya ini kusebut tertawa. Susah bagiku melukiskannya. Pokoknya, setiap malam minggu, ia berdandan paling manis walaupun tidak berhasil. Tapi kupikir , orang buta huruf cukup terbantu mengetahui malam minggu dengan hanya melihat dari penampilannya.

Tiap malam minggu, ia berdandan rapi, merangkai senyum pada semua lelaki baik yang ia kenal maupun tidak sama sekali. Ia melintas di depan rumahku. terkadang ia jalan kaki, pernah pula ia naik sepeda. Tujuannya pertama-tama ke arah barat, kemudian kembali ke utara. Selanjutnya menuju timur , dan menghilang ke selatan. Tak kembali-kembali. Kupikir, tak kembali itu pertanda ia sudah menemukan cintanya. Ternyata belum juga. Sudah puluhan malam ‘dandan rapi malam minggu’ itu berlaku. Dan kupikir, ini adalah malam minggu keseratus. Hasilnya, ia tetap sendiri. Namun ia tetap yakin, bahwa cinta akan menghampirinya. Cinta akan datang ibarat buah durian yang jatuh dari pohon di kala musimnya. Analogi cinta yang sederhana.

Pada saat yang sama di malam minggu, dua orang lelaki singgah membeli pulsa elektrik di toko ponsel saudaraku. “kau dapat uang dari perempuan itu?” tanya lelaki berkemaja petak-petak pada temannya. Kemudian temannya yang berbaju kaos biru itu menunjukkan selembar uang sepuluh ribu. “lumayan, buat isi pulsa goceng” jawabnya gembira dengan wajah tanpa dosa.

Cerita ini tentang tetanggaku, seorang gadis remaja berusia 16 tahun, namanya Inor.

Ps:
Allah, meski aku tahu bahwa usiaku lebih tua dari Inor, dan lebih layak menikah jika dilihat dari segi usia, tapi dengan tulus aku meminta, percepatlah jodohnya. Temukan ia dengan imam yang baik. Agar jangan lagi ia ditipu oleh lelaki lemah dan tak berguna, supaya tak menjadi perempuan nakal ia nantinya. Amiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s