Halte ke 26

Ulangtahun, merupakan halte perjalanan panjang kehidupan. Berhenti sesaat, merenungi dan mengevaluasi perbuatan pada perjalanan yang telah dilalui. Berhenti sejenak, menentukan langkah dan tujuan pada perjalanan berikutnya. Memilih kemana, untuk apa, dan harus bagaimana menapaki hidup agar lebih baik, berimbang dan sejalan dengan ketentuanNya.

Namun halte usia, tidak menyediakan pilihan mundur ke belakang, apalagi untuk mengulang masa yang telah ditinggalkan. ia sekedar tempat singgah, menuju halte-halte selanjutnya, halte buatan tangan Tuhan.

(04/02/1985 – 04/02/2011)

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Detik dan menit terus berputar. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Hingga sampailah di halte ini, halte ke 26 kehidupan. Tidak ada hal istimewa, seperti hadiah, kejutan ataupun pesta. Bukan karena tak biasa atau tak terbiasa. Hanya saja tak ingin. Sebab, detik-detik menuju pertambahan usia, menyimpan luka bagi saya. Luka yang harus saya redam, juga sedih dan kehilangan yang harus saya ikhlaskan.

Bertambahnya usia, kian menua, semakin baik dan hendaknya tetap menjadi yang terbaik. Menjadi perempuan terhormat di hadapan Allah, menjadi umat tergagah Nabi Muhammad, menjadi anak soleha ayah dan emak, menjadi tentara perempuan yang tangguh bagi Islam, menjadi isteri dan ibu bagi keluarga nantinya, (InshaAllah).

Terimakasih Allah, atas berkah dan karunia tak terhingga dan tak putus-putusnya sejak awal saya ada hingga di akhirnya.. Terimakasih pada Rasulullah Muhammad Saw, tauladan terhebat sepanjang zaman.

Terimakasih pada Ayah, lelaki terhebat dalam hidup, terimakasih pada emak, perempuan penyayang yang tak pernah terganti dalam sanubari ini, terimakasih pada abang, kakak, adik-adik. Kalian adalah sahabat terbaik dalam keadaan sedih dan bahagia.

Terimakasih pada keluarga besar saya, pembaca blog setia dinna norris, kawan-kawan seperjuangan, guru-guru, dosen-dosen, kawan-kawan maya, sodara-sodara, rekan-rekan, juga musuh-musuh dalam dan luar selimut. Kehadiran kalian, membuat saya menjadi semakin mengerti apa arti saya yang sesungguhnya.

Terimakasih atas untaian doa, ucapan selamat, bingkisan hadiah, karangan bunga, travel cek, juga sms dan telpon.

Terimakasih juga pada orang-orang yang selalu dengan setia meneriakkan “Hidup Dinna”.

Ps:
esok, 12 tahun peringatan emak saya.. Selamat Jalan Mak.. teriring doa selalu untukmu, juga sebait rindu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s