muhasabah ditengah musibah

Alhamdulillah, saya orang yang jarang mengeluh, meski tak boleh walau jarang sekalipun. Kalau dipikir-pikir, manusia mana yang tak terjerumus pada ‘mengeluh’ ketika bahaya, bencana, sakit atau derita melanda jiwa. Namun, disaat ‘setan mengeluh’ mulai menggoda, saya segera istighfar, mengucap ampun dan maaf pada Allah. Kemudian teringat pula saya dengan firmanNya dalam surah Ar-Rohman yang berjumlah 78 ayat.

“Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadzziban…”: maka nikmat Tuhan manalagi yang kamu dustakan..?

*kalau tidak salah disebut 31 kali* memaksa saya tertunduk, malu..

Dan semalam, saya (juga) mengeluh.. *namun sadar keesokan harinya ^_^*

Ceritanya, saya sakit. Sakit itu amat sangat tidak menyenangkan. Sekalipun sakit yang ringan-ringan saja seperti demam ringan, flu ringan atau juga batuk ringan *bahasa kerennya, gak parah-parah amat*. Saya sakit demam, sakit kepala, flu, dan batuk selama 14 hari (ini disebut tipe sakit ringan namun sembuh cukup lama). Sungguh-sungguh menderita *don’t try this at home*. Efek dari sakit saya ini adalah berat badan berkurang *maaf, saya tidak suka kurus*, tidak segar, muntah-muntah, dekil, kedinginan, lidah pahit, dan menelan pun sulit. Complicated..!

Ini adalah hari ke-15. Saya perlahan sembuh, cukup baikan. Namun hari ini pula, tadi pagi tepatnya, saya mendengar berita dari teman saya bahwa banjir melanda kawasan Medan, Sumatera Utara.

banjir bandang, Medan. foto dokumentasi sahabat jurnalis: Boy

Daerah terkena banjir paling parah adalah Perumahan Felamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal

Kilas balik, semalam saya mengeluh karena sakit. Kemarin, saya dan adik-adik saya juga mengeluh, mengeluhkan lokasi rumah yang (merasa) amat jauh dari tempat kerja (meski sudah punya sepeda motor). Saya, dan adik-adik saya pula, pernah mengeluhkan banjir kecil menimpa daerah dan rumah kediaman kami, Tanjungbalai.

Berkali-kali saya istighfar mengingat semua kejadian hari ini, menepuk jidat, mengelus dada, dan mengucap asmaNya. Disana, di kawasan medan sebelah sana, tak hanya satu jiwa, tapi ada ratusan keluarga tertimpa bencana, bahkan dikabarkan sebagian warga ada yang belum ditemukan pula.

Betapa miskinnya saya punya iman.. betapa tipisnya rasa sukur ini padaNya. Allah, ampuni ke-khilafan saya (yang berkali-kali) ..

Teruntuk sahabat-sahabat saya yang tertimpa bencana, doa dan dukungan saya pada kalian semua. Semoga tabah, tawakkal, dan terus berbenah. InsyaAllah, bantuan Allah lebih besar dari peringatanNya, Amin..

Ps: Atas bencana ini, pastilah timbul pernyataan aneka ragam dari para pengamat, pemerhati, tokoh agama, maupun orang awam. Hanya menukil ayat Jalaluddin Rumi: Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s