Happy (ber) new year

Tahun baru adalah pergantian dari tahun yang dulu atau tahun kemarin kepada tahun yang akan datang, ditandai adanya kembang api, petasan, terompet, parcel, sms-sms tahun baru, dan lain sebagainya. Itu pengertian tahun baru dengan teori sederhana saya. Tak ada dalam kamus bahasa Indonesia tentu saja.

new year

Bagi saya, tahun baru adalah tahun yang biasa-biasa saja, sama rasanya dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam artian, tidak begitu istimewa. Bukan berarti, saya pesimis dan tidak ada rencana menghadapi tahun ini, hanya saja, ikut merayakan pergantian tahun yang sepertinya sudah mentradisi ini, tidak ada dalam keluarga saya. Terlebih lagi (latah) be-resolusi. Sebab saya selalu punya cara bagaimana menjalani dan membuat hidup saya lebih dinamis dan berarti. Lagipula, sebelum pergantian tahun dimulai pun, saya selalu punya renana atau program dalam hidup yang telah sudah saya rancang jauh hari sebelumnya. Baik itu program jangka pendek maupun program jangka panjang, dimana mereka selalu saya evaluasi setiap bulannya, apakah sudah tercapai atau sampai sejauhmana progressnya. Saya juga tidak tahu bagaimana kehidupan ini akan berjalan nantinya, dan saya juga tidak mengerti kemana cita-cita saya akan bermuara. Untuk lebih positif, saya harus berbuat ‘manis’ pada diri sendiri, juga pada orang-orang di sekitar saya. Selanjutnya, saya berusaha menjalani hidup dengan berdoa dan berusaha, melakukan hal terbaik di titik mana saya berada saat ini. Selain itu, biarlah Tuhan melaksanakan tugasNya, sebab masa depan adalah milik Tuhan.

Meskipun begitu, saya juga tidak melarang, mencela, dan tendensius terhadap sebagian warga yang merayakannya. Karena setiap individu, punya hak melakukan apapun asal tidak mengganggu ketertiban umum. Jadi, silakan dengan segala hormat.

Satu hal yang saya suka dari tahun baru adalah keramaian. Maksudnya, ramainya penjual terompet dan pernak-pernik tahun baru dan menjamurnya penjual kembang api dan petasan musiman. Semuanya tumpah ruah di jalan menjajakan dagangan. Sungguh cara kreatif menghasilkan rupiah di tengah-tengah himpitan ekonomi di negara ini. Saya kerap berdoa, agar usaha mereka dimangsa oleh peserta tahun baru. Amin..

Baiklah, Selamat Tahun Baru bagi yang merayakannya (lagi), semoga menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s