Ahh, Teori?

kali ini saya akan bercerita tentang teori. sebab, kemarin saya bertemu teman yang ‘hobi’ mengatakan “ahh, teori tuh…!”, begitu mudahnya, semudah menelan sirup obat cacing.

Teori bukanlah sekumpulan huruf, kemudian dirangkai menjadi kata-kata, selanjutnya menjelma pada gugusan paragraf, hingga akhirnya membentuk kalimat. Teori tidak hadir begitu saja. Teori, ada bukan tanpa sebab mengapa. Akan tetapi, teori tercipta karena adanya suatu perbuatan, tindakan, serta kegiatan yang terjadi di belakangnya. Secara umum, teori merupakan analisis hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta

Jangan pernah menganggap remeh dengan teori. Sebab, sebelum fakta tercipta, mesti ada teori menjadi dasar adanya fakta. Misalnya, ketika saya mengatakan bahwa politik itu adalah permainan bagi pemilik kapital, mungkin segelintir orang mengatakan, “ahh, teori..!”. Tentu saja itu teori. Tapi teori itu tidak muncul seketika, seperti meminta sesuatu pada lampu ajaib, ketika membuka mata, langsung nyata. Teori tercipta, karena sang pemilik teori telah mengalami perbuatan atau kegiatan, kemudian, setelah itulah ada fakta.

Selanjutnya, bolehkah meragukan teori? Boleh saja, jika teori tersebut adalah teori usang dan sudah basi. Akan tetapi, tidak memandang rendah, remeh, atau sepele padanya. sebab teori tidak terjadi begitu saja dengan sekelip mata. tetapi, hasil dari kegiatan dan pemikiran sumber (pemiliknya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s