diam

ketika mengatakan telah mampu melupakan kenangan,
siapkah hati menerima di saat sosok berikutnya datang menyapa.
ketika memutuskan tak kan lagi mengingat yang telah lewat,
Sanggupkah tangan membuka di kala seseorang berminat
Diam, tak ada jawaban..
Bukan karena tak mampu bicara apatah lagi kehilangan suara,
namun tak ada lagi kata
diam seribu bahasa
diam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s