Jangan kirimi aku bunga

hajar lah terus
Aku mendapat bunga hari ini,
meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.
semalam untuk pertama kalinya,
kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Lalu ia menamparku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya, karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini (lagi).

Aku mendapat bunga hari ini.
Padahal bukan hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi,
lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meninggalkannya. aku juga tidak punya uang. bagaimana aku menghidupi diriku nanti.
Aku takut tidak ada yang mau menerimaku.
Aku juga masih mencintainya, walaupun aku kurang tahu pastinya, rasa ini disebut jatuh cinta atau tergila-gila.

Lalu, bagaimana aku bisa bertahan?
karena suatu alasan, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa: inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini….

(aku dapat tulisan ini dari seorang teman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s