Kalian Dengarkan Keluhanku

ebiet G AdeDari pintu ke pintu
Kucoba tawarkan nama
Demi terhenti tangis anakku
Dan keluh ibunya

Tetapi nampaknya semua mata
Memandangku curiga
Seakan hendak telanjangi
Dan kuliti jiwaku

Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
Dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari

Kemanakah sirnanya
Nurani embun pagi
Yang biasanya ramah
Kini membakar hati

Apakah bila terlanjur salah
Akan tetap dianggap salah
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi ‘tuk kembali

(itu bedanya Tuhan dengan ciptaanNya, manusia. kalau Tuhan, selalu menerima taubat hambaNya yang bersalah apapun itu kesalahannya. tapi kalau manusia, sekali kita buat calar, akan tetap selamanya calar. sekali mencipta keburukan tingkah, akan di cap stempel buruk, tak bisa di ubah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s