Whatever i do

“Apa yang dikatakan orang lain tentang diriku, membicarakan di belakang, menunjukkan bahwa sangat sedikit pengetahuannya tentang siapa aku.”

Apapun yang saya lakukan dalam hidup saya, itu adalah hidup saya, urusan saya, dan tanggungjawab saya. Jika saya membuat suatu pilihan, itupun saya lakukan secara sadar dengan segala konsekwensi di dalamnya. Saya terima dengan segala resiko yang ada padanya.
Jika suatu saat nanti saya bermasalah dengan pilihan saya, saya juga lah yang merasakan malu, sakit, atau peritnya suatu pilihan. Karena saya benar-benar paham, ketika saya memilih, maka masalah telah menanti saya di depan.

Jadi, jangan mengomentari apapun pilihan yang saya lakukan, jika pilihan saya itu tidak mengganggu dan mengusik ruang privasi kalian dan tidak merugikan negara. Tapi, bilamana saya telah pernah menyebabkan kerugian, maka, tolong jelaskan pada saya bagaimana caranya agar dapat mengganti kerugian yang telah saya sebabkan, biar berakhir ocehan-ocehan anda terhadap saya.

Setelah hal tersebut berakhir, saya harapkan sekali lagi, berhentilah berkomentar, mencaci maki, bahkan mencoba masuk dalam kehidupan saya. Kisah saya bukan makanan renyah untuk dikonsumsi. Cerita hidup saya bukan barang mahal untuk menghasilkan uang.

Dan jika suatu hari nanti saya membuat tulisan, karya atau masterpiece dalam bentuk apapun, saya siap membuka wilayah kritikan, mempersilakan kepada anda-anda sekalian untuk bertanya jawab dengan menggunakan bahasa sopan, masuk akal dan tidak mengada-ada. Meskipun saya sangat menyadari, tinggal dan hidup di negara yang menerapkan sistem demokrasi, sangat bebas berbicara dan mencaci maki. Tapi, peraturan privasi tetap berjalan bukan?

Saya tahu, pernyataan saya ini tak kan bisa menghempang lancar dan majunya mulut manusia. Selagi dunia ini terbentang, maka cacian, kecaman, dan hinaan pasti datang. Meskipun objek yang dibincang-bincangkan melakukan kebaikan, terlebih lagi keburukan. Meskipun objek yang dibincang-bincangkan telah menjemput kematian. Meskipun, dan meskipun..

Dan saya sekali lagi, sangat-sangat mengerti, ketika saya melangkah satu langkah ke luar pintu rumah, maka berjuta pasang mata dan berjuta mulut, siap melumat dan memangsa.

Pada akhirnya, saya akan dan harus tahu kapan menutup mata dan telinga dari berjuta pasang mata dan mulut, agar saya aman dan nyaman berjalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s